Sabtu, 13 Agustus 2011

OJL Caka Kota Surakarta

Alhamdulillah..OJL Caka Kota Surakarta serempak dimulai hari Senin, 8 Agustus 2011 di sekolah masing - masing sesuai surat tugas yang diterima dari Kepala Dinas Dikpora Kota Surakarta.

Sebelumnya , pada hari Sabtu, 6 Agustus 2011 di Gedung GOW Surakarta diadakan pertemuan antara LPPKS , BKD , Dikpora , Kepala Sekolah dan Caka yang akan magang. Dalam pertemuan tersebut pak Joki (LPPKS) menyampaikan tentang peran kepala sekolah tempat magang, antara lain : memfasilitasi caka untuk menggali dan menganalisis 8 SNP serta membimbing caka agar mempunyai bekal yang cukup sebagai caka masa depan, selain itu kepala sekolah memberikan penilaian yang obyektif terhadap kinerja caka selama melakukan magang di sekolah tersebut.

Sedangkan Bapak Sulardi mengharapkan adanya kerja sama yang sinergis antara caka dan kepala sekolah serta guru - guru di sekolah magang.

Di akhir acara, Kadispora (Bapak Rakhmat Sutomo) berpesan agar para caka melaksanakan tugas OJL dengan sebaik - baiknya, program ini merupakan percontohan dan akan dilihat hasilnya, karena OJL adalah bagian dari seleksi caka. selain itu beliau berpesan kepada kepala sekolah tempat magang agar membimbing dengan sebaik - baiknya , caka ini merupakan putra mahkota yang harus dibekali dengan ilmu dan karakter yang sebanyak - banyaknya agar kelak dapat menjadi pemimpin yang mumpuni.

Setelah sosialisasi , hari Rabu, 10 Agustus 2011 di aula Dikpora dilakukan pembimbingan OJL pertama bersama pak Joki, ternyata caka masih perlu belajar dan membaca kembali buku panduan OJL serta buku modul diklat caka LPPKS. Setelah bertemu pak Joki barulah ada kesepahaman tentang OJL dan pelaporannya.

selamat bekerja teman - teman caka, tetap semangat. Trimakasih kepada semua fihak yang telah membantu dan memberi dukungan pada kami (caka 2011 LPPKS).

Minggu, 24 Juli 2011

Diklat Caka LPPKS Surakarta


Luar biasa LPPKS telah mencoba menjawab permendiknas no. 28 / 2010 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah. selama 6 hari peserta diklat caka (karanganyar dan surakarta) digembleng kompetensinya untuk mempersiapkan guru yang akan diberi tugas sebagai kepala sekolah, diklat kali ini dimulai kamis, 21 Juli dan akan diakhiri selasa, 26 juli 2011 yang bertempat di kusuma sahid prince hotel Surakarta.
Banyak hal baru kami dapatkan disini, 5 kompetensi kepala sekolah (kepribadian, sosial, kewirausahaan, manajerial dan supervisi) di asah di sini.
Pengalaman ini sangat langka didapatkan, setelah melalui proses seleksi administrasi, seleksi akademik baru masuk diklat.
Proses ini belum selesai, setelah diklat in 1 akan dilanjutkan on the job learning dan diakhiri diklat in 2.
Selamat buat temen - temen peserta diklat, semoga yang didapat bisa diaplikasikan di sekolah masing - masing dan kelak akan muncul pemimpin - pemimpin baru yang kompetitif dan siap hadapi tantangan masa depan.
Trimakasih banyak kepada Ibu Siswandari dkk, Pemkot Surakarta, Pemda Karanganyar, Dikpora kota Solo dan Dikpora Kab Karanganyar serta para nara sumber atas fasilitas dan ilmu yang diberikan. Semoga Allah mudahkan jalan kita, amin.

Sabtu, 09 April 2011

Model Teaching Clinic Pasca Sertifikasi


Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru (kepribadian, sosial, pedagogik dan profesional) pasca sertifikasi, dinas pendidikan propinsi Jawa Tengah memprakarsai adanya kegiatan "Fasilitasi Pelaksanaan Model Teaching Clinic Pasca Sertifikasi Guru dalam Jabatan" yang dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 8 s/d 10 April 2011 di LPMP Jawa Tengah.
Kegiatan ini dikuti oleh guru yang lulus sertifikasi kuota 2010 dan sebagian kuota tahun sebelumnya, tiap kabupaten/kota 3 guru.
Maksud kegiatan ini adalah menumbuhkan "potensi diri" guru bersetifikat pendidik profesional sebagai bekal peningkatan komitmen diri terhadap tugas profesional yang diemban.
Sedangkan tujuan khusus kegiatan ini :
  1. meningkatkan kecakapan pengelolaan potensi diri guru bersetifikat pendidik dalam mengelola pembelajaran, sehingga mampu memberikan layanan pembelajaran bermutu bagi peserta didik
  2. meningkatkan apresiasi terhadap pengembangan profesi sebagai wujud aktualisasi diri
  3. meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial guru bersetifikat pendidik sebagai bekal melaksanakan tugas
  4. meningkatkan kepercayaan diri dan keteladanan dalam komunitas teman sejawat
Ada pesan khusus dalam kegiatan ini, bagaimana menyadarkan guru akan perannya dalam pendidikan, dia adalah tauladan,panutan, sehingga penyadaran itu harus dilakukan secara berkelanjutan. Namun hal itu tidak akan terjadi, jika tidak ada dukungan dari orang - orang yang ada berada di atas guru.
Sudah saatnya guru merubah pola pikir materialistik yang banyak dimiliki guru, diakui atau tidak, menjadi pola pikir sosialistik.
Bagaimana guru dapat memberikan yang terbaik kepada peserta didik, sementara guru masih berkutat dengan urusan dirinya sendiri.
Inilah guru indonesia dengan berbagai masalahnya, siapa yang akan merubah dan siapa yang mau berubah.
ayo...teman - teman guru kembali ke cita - cita luhur kita, menjadi guru yang bisa digugu dan ditiru.




Senin, 14 Februari 2011

Pengembangan kultur siswa RSBI


Alhamdulilillah...akhirnya terlaksana juga, salah satu agenda untuk siswa RSBI SMA Negeri 1 Surakarta. Sabtu, 12 Pebruari 2011 di Tawangmangu Karnganyar ,kami mengadakan pengembangan kultur terutama dalam hal membangun karakter pembelajar bagi siswa-siswi kelas XII RSBI SMA Negeri 1 Surakarta, dalam rangka menghadapi Ujian Nasional. Karakter tidak akan ada dengan sendirinya, dia perlu dibangun dan diarahkan sehingga menjadi karakter yang unggul dalam segala bidang.
Bersama 75 siswa RSBI dan dipandu dari NLP Surakarta, kegiatan ini cukup menarik dan kondusif. Diharapkan dari kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan budaya belajar dan mengajar serta menghargai orang lain terutama orang tua dan guru. Dalam kegiatan ini juga diingatkan adanya saling empatatu sama lain, tidak egois serta dapat membangun percaya diri.
Ada yang lain dari kegiatan ini, penggunaan bahasa inggris sebagai pengantar acara, baik dari guru, wakil kepala ,trainer maupun siswa.
Benar-benar kegiatan yang menyenangkan.

Sabtu, 09 Oktober 2010

TOT GURU MAPEL MATEMATIKA JATENG 2010

TOT guru mapel matematika jateng 2010 diikuti oleh 35 kabupaten dengan total peserta 99 guru matematika.
Maksud baik dinas propinsi mengadakan TOT adalah untuk mensikapi dan mengevaluasi hasil UN Matematika 2009/2010 serta persiapan menghadapi UN Matematika 2010/2011.
Meskipun masih ada pro dan kontra tentang UN, namun UN dapat dimanfaatkan sebagai pengendali mutu pendidikan, lepas dari kecurangan yang terjadi, adanya tim sukses.
Sebagai guru harus melihat UN sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dan daya saing siswa, apapun yang terjadi. guru mempunyai tanggung jawab untuk memperbaiki pelaksanaan sekaligus hasil UN, sehingga UN dapat menjadi salah satu tolok ukur mutu pendidikan.
Selain mensikapi hasil UN 2009/2010, TOT kali ini , digunakan untuk membuat prediksi soal UN 2010/2011, nampaknya terlalu dini, namun siap lebih awal lebih baik, terutama dalam mengkondisikan peserta didik untuk siap menghadapi UN 2010/2011 khususnya jawa tengah.
Setiap TOT seperti ini, selain materi yang didapat, peserta dapat saling shering tentang pembelajaran, materi, soal dan perangkat pembelajaran, sehingga sekembali dari TOT mendapatkan banyak hal dan dapat ditularkan ke teman-teman guru di kabupaten/kota masing-masing.
Selamat berjuang temen-temen guru matematika, mutu pendidikan ada di tanganmu.
see you.